TIMES

Selasa, 13 Agustus 2013

Sejarah proklamasi kemerdekaan indonesia

·                                           


                                                                                          -  Penyebaran berita proklamasi kemerdekaan 17
Agustus 1945.  

 Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia yang dirumuskan pada tanggal 17 Agustus 1945 beberapa saat kemudian berhasil diseludupkan ke kantor pusat pemberitaan Jepang, Domei (sekarang Kantor Berita Antara, Sekitar pukul 18.30 WIB.
Wartawan Kantor Berita Domei , Syahruddin berhasil menyeledupkan teks proklamasi dan diterima oleh Kepala Bagian Radio, Wildan B. Palelewen. Teks proklamasi tersebut kemudian diberikan kepada F Wuz, seorang markonis kantor
berita tersebut untuk segera diudarakan. F Wuz diperintahkan untuk menyiarkan berta proklamasi tiga kali berturut-turut. Akan tetapi , baru dua kali disiarkan, seorang jepang masuk ke ruang siaran radio dan mengetahuinya sehingga dengan marah-marah ia memerintahkan untuk menghentikan penyiaran berita tersebut. Akan tetapi ,waidan B .palenewen memerintahkan F.Wuz untuk terus menyiarkan berita proklamasi tersebut .

Pucuk pimpinan tentara jepang di jawa segera memerintahkan untuk meralat berita proklamasi dan menyatakan sebagai kekeliruan agar tidak berdampak luas.pada tanggal 20 agustus 1945, pemancar radio di segel oleh jepang dan para pegawainya dilarang masuk. Meskipun kantor berita domei di segel ,para pemuda tidak kehilangan akal. Mereka membuat pemancar baru dengan batuan teknisi radio ,seperti sukarman ,sutamto susiloharjo ,dan suhendar, alat pemancar radio yang di ambil dari kantor berita domei sebagian dibawa ke rumah Waidan B. Panelewen dan sebagian ke menteng 31. Di menteng 31, para pemuda merakit pemancar radio baru dengan kode panggilan DJKI . dari pemancar radio inilah, berita proklamasi terus disiarkan.

Berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarkan melalui beberapa surat kabar. Harian soeara asia di Surabaya adalah Koran pertama yang menyiarkan berita proklamasi. Para pemuda yang berjuang lewat   pers, antara lain B.M Diah, sukarjo Wiryopranoto , Iwa Kusumasumantri, Ki Hajar Dewantara , Otto iskandardinata , GSSJ . Ratulangi, Adam malik,Sayuti Melik , sutan Syahrir, Madikin Wonohito, Sumanang S.H manai Shopian, dan Ali Hasyim.

Selain melalui radio dan surat kabar, berita proklamasi kemerdekaan Indonesia juga disebarluaskan oleh pemuda dengan menggunakan pamphlet, poster, dan coret-coretan pada tembok-tembok dan gerbong-gerbong kereta api.

Pihak pemerintah Republik  Indonesia juga menugaskan kepada para gubernur yang telah dilantik pada tanggal 2 september 1945 untuk segera kembali ke tempat tugasnya masing-masing guna untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan Indonesia di wilayahnya. 

Tokoh-tokoh tersebut antara lain sebagai berikut:
      A.      Teuku Mohammad Hasan untuk daerah Sumatera. 
B.      Sam Ratulangi untuk daerah Sulawesi . 
C.      Ktut Pudja untuk daeerah Nusa Tenggara.
D.      Ir. Mohammad Noor untuk daerah Kalimantan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar